Minggu, 21 Oktober 2012

MATERI METABOLISME


 “Metabolisme
ENZIM
            Reaksi metabolisme adalah suatu peristiwa perubahan dari suatu bentuk ke bentuk lain. Terjadinya perubahan bentuk tersebut dibutuhkan energi untuk mengaktifkan reaksi yang disebut energi aktivasi. Dalam suatu reaksi kimia tanpa enzim, energi aktivasi yang dibutuhkan jauh lebih besar dibandingkan reaksi biokimia dengan bantuan enzim.
A.Struktur Enzim
            Enzim adalah molekul protein yang kompleks yang dihasilkan oleh sel hidup dan bekerja sebagai katalisator dalam berbagai proses kimia di dalam tubuh makhluk hidup. Enzim secara lengkap disebut dangan holoenzim. Holoenzim terdiri atas dua bagian yaitu bagian protein (apoenzim) dan bagian bukan protein (gugus prostestik). Apoenzim karena tersusun oleh protein, sehingga mudah rusak bila suhu terlampau panas (termolabil). Gugus prostestik yang berasal dari molekul anorganik (misalnya besi, tembaga, atau seng) disebut kofaktor. Sedangkan yang berasal dari senyawa organik kompleks disebut koenzim ( misalnya NADH,FADH, koenzim A). Molekul gugus prostestik lebih kecil dan tahan panas (termostabil).
B.Sifat – Sifat Enzim
1.    Enzim berfungsi sebagai biokatalisator, artinya sebagai zat yang mampu mempercepat reaksi kimia, tetapi enzim tidak ikut bereaksi.
2.    Tidak tahan panas/termolabil karena komponen utama enzim adalah protein.
3.    Enzim dapat digunakan berulangkali.
4.    Enzim adalah suatu protein.
5.    Kerja enzim bersifat khusus/khas atau bekerja secara spesifik.
6.    Kerja enzim dapat bolak balik.
C. Cara kerja Enzim
            Enzim bekerja secara spesifik, yaitu hanya dapat mengatalisis  suatu reaksi tertentu. Cara kerja enzim dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu kunci-gembok dan kecocokan induksi. Menurut cara kerja kunci-gembok, terjadinya reaksi antara substrat dengan enzim karena adanya kesesuaian bentuk ruang antara substrat dengan sisi aktif dari enzim, sehingga sisi aktif enzim cenderung kaku. Adapun menurut kecocokan induksi, reaksi antara enzim dengan substrat berlangsung karena adanya induksi substrat terhadap sisi aktif enzim, sehingga keduanya merupakan struktur yang komplemen atau saling melengkapi.
D. Faktor yang Memengaruhin Kerja Enzim
            Dalam melakukan aktivitasnya, kecepatan reaksi enzim dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut antara lain suhu, pH, konsentrasi enzim, konsentrasi substrat, dan inhibitor.
Katabolisme dan Anabolisme
            Metabolisme adalah seluruh proses kimia yang terjadi didalam tubuh makhluk hidup/sel. Metabolisme disebut juga reaksi enzimatis, karena metabolisme terjadi selalu menggunakan katalisator enzim. Berdasarkan prosesnya metabolisme dibagi menjadi dua, yaitu katabolisme dan anabolisme. Katabolisme adalah reaksi penguraian senyawa yang lebih kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana yang disertai dengan pembebasan energi. Secara umum katabolisme dapat didefinisikan sebagai proses pembebasan energi kimia melalui reaksi oksidasi (penambahan oksigen) suatu molekul organik. Katabolisme disebut reaksi eksorgenik, merupakan reaksi yang membebaskan energi. Adapun Anabolisme adalah reaksi penyusunan senyawa kompleks yang berasal dari senyawa sederhana dengan disertai penyerapan atau memerlukan energi, Anabolisme merupakan reaksi enderogenik, yaitu reaksi yang memerlukan energi. Katabolisme karbohidrat merupakan proses pemecahan glukosa yang menghasilkan energi dalam bentuk ATP serta CO2, dan air (H2O) sebagai hasil sisa. Karena terjadi di dalam sel, proses inin disebut respirasi sel. Berdasarkan ada tidaknya oksigen respirasi sel dibedakan menjadi dua yaitu respirasi aerob dan respirasi anaerob. Proses respirasi sel terdiri dari 3 tahap yaitu glikolisis,siklus kreb, dan rantai transpor elektron. Reaksi penyusunan atau anabolisme yang paling penting, yaitu anabolisme karbohidrat yang dikenal dengan fotosintesis. Selain itu, reaksi anabolisme lain dapat terjadi pada reaksi kemosintesis.

1 komentar:

  1. jadi katabolisme tidak memerlukan energi aktivasi?

    BalasHapus